Cerita Tuan
Seperti malam malam sebelumya
Tuan datang memecah hening
Tuan hadir menjelma kelam
Bersama cerita yang tidak pernah usai
Inginku menutup telinga dan mengabaikan dunia
Karena setiap kata yang keluar dari mulut tuan adalah bilah pisau yang bisa menghunus kapan saja
Namun tuan tersayang untuk diabaikan
Dan ku timang kilatan ujung pedang itu dengan segala rasa yang tidak pernah memuai
Menikmati deras cerita yang menjelma tulisan maupun rekaman suara tuan adalah keahlianmu
Tuan datang membawa mereka
Tapi aku menerima saja
Karena hanya dengan ini, tuan terus menjalin hubung denganku
Karena aku terlalu pengecut
Bahkan untuk menanyakan kabar perihal tuan
Aku terlalu penakut untuk keluar dari persembunyian bersama rasa yang lamat-lamat kusimpan untuk tuan
Tuan datang memecah hening
Tuan hadir menjelma kelam
Bersama cerita yang tidak pernah usai
Inginku menutup telinga dan mengabaikan dunia
Karena setiap kata yang keluar dari mulut tuan adalah bilah pisau yang bisa menghunus kapan saja
Namun tuan tersayang untuk diabaikan
Dan ku timang kilatan ujung pedang itu dengan segala rasa yang tidak pernah memuai
Menikmati deras cerita yang menjelma tulisan maupun rekaman suara tuan adalah keahlianmu
Tuan datang membawa mereka
Tapi aku menerima saja
Karena hanya dengan ini, tuan terus menjalin hubung denganku
Karena aku terlalu pengecut
Bahkan untuk menanyakan kabar perihal tuan
Aku terlalu penakut untuk keluar dari persembunyian bersama rasa yang lamat-lamat kusimpan untuk tuan
Comments
Post a Comment